Sabtu, 08 September 2018

INTERAKSI SOSIAL


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami hanturkan kehadirat Allah SWT karena rahmat, taufiq dan hidayahNya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar. Kedua kalinya sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah mengarahkan kita kepada agama yang diridloi Allah SWT yakni agama Islam. Namun kami yakin tanpa adanya bimbingan, dorongan, motivasi dan do’a, makalah tidak akan terwujud. Selain itu ucapan terima kasih kami sampaikan kepada yang terhormat Ibu Fina Hidayati, MA selaku dosen pembimbing mata kuliah Psikologi umum.
Akhir kata penulis menyadari makalah ini masih banyak kesalahan, baik dalam penulisan maupun informasi yang terkandung didalam makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan kritik maupun saran yang membangun demi perbaikan dan kesempurnaan dimasa yang akan datang. Dan semoga observasi ini bisa membawa manfaat bagi kita khususnya bagi penulis.Amin.


Malang, 02 Maret 2017


Nur Saadah












BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Manusia murupakan mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk melakukan aktifitasnya, untuk dapat melakukan aktifitas kagiatan sosial kita sebagai masyarakat diperlukan mengenal antara individu satu dengan yang lainya,atau individu dengan kelompok – kelompok lainya, dengan adanya interaksi sosial kegiatan kita akan bisa terpenuhi karna adanya orang lain yang membantu. Interaksi sosial bisa dilakukan dengan melalui kontak langsung atau melalui komunikasi secara tidak langsung. Faktor faktor yang mempengaruhi interaksi sosial meliputi imitasi,sugesti, identifikasi, simpati dan empati.
Proses sosial atau interaksi sosial adalah cara – cara berhubungan yanng dilihat jika individu dan kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk bentuk hubungan tersebut atau apa yang terjadi apabila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya pola pola kehidupan yang ada. Interaksi sosial merupakan kegiatan manusia dengan manusi bukan manusia dan benda mati,binatang dan tumbuhan. Oleh karena itu terjadinya interaksi sosial adalah adanya kesadaran masing masing pihak sehingga dari kesadaran tersebut menyebabkan adanya perubahan- perubahan di antara mereka.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini dijelaskan sebagai berikut :
1.      Apa definisi dari intraksi sosial?
2.      Apa syarat interaksi sosial?
3.      Apa saja aspek interaksi sosial?
4.      Bagaimana pengaruh sosialdan daya tarik sosial?





1.3  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam makalah ini dijelaskan sebagai berikut.
1.    Memaparkan apa definisi dari intraksi sosial
2.    Memeparkan apa saja syarat interaksi sosial
3.      Memaparkan apa saja aspek interaksi sosial
4.      Memaparkan bagaimana pengaruhsosial dan daya tarik sosial
























BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Intraksi Social
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang, perorangan, antara kelompok dengan kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok.[4]Interaksi sosial juga bisa diartikan sebagai hubungan dinamis yang terjadi antarindividu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.Dalam interaksi sosial juga terdapat simbol, dimana simbol dapat diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.
Beberapa pendapat para ahli :
1.      Adham Nasution : interaksi sosial adalah proses kelompok- kelompok dan individu saling berhubungan yang merupakan bentuk bentuk dari aksi sosial, ialah bentuk bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang mengadakan hubungan satu sama lain.
2.      Abu Ahmadi : dengan proses sosial kita maksudkan cara cara interaksi (aksi dan reaksi) yang dapat kita amati apabila perubahan- prubahan menganggu cara hidup yang telah ada.
3.      Soerdjo dirdjosisworo : mengartikan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antra berbagai segi kehidupan bersama.
4.      Roucek dan Warren : interaksi adalah suatu proses melalui tindak balas tiap tiap kelompok berurut-turut menjadi unsur penngerak bagi tindak balas dari kelompok lain.
5.      Robert MZ Lawang : mengemukakan definisi perubahan sosial yaitu proses dimana dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan yang dapat di ukur yang terjadi dalam kurun waktu tertentu.
Hubungan yang menjadikan interaksi sosial pada awalnya merupakan proses penyesuaian nilai – nilai sosial dalam kehidupan masyrakat. Kemudian meningkat menjadi semacam pergaulan yang tidak hanya sekedar pertemuan fisik, melainkan merupakan pergaulan yang ditandai adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing masing pihak dalam hubungan tersebut.[5]

2.2 Syarat Terjadinya Interaksi
a.       kontak sosial
Kata kontak dalam bahasa Inggris  “contack” dari bahasa lain con atau cum yang artinya bersama sama dan tangere yang artinya menyentuh.  Jadi,  kontak berarti sama sama menyentuh. Kontak sosial merupakan hubungan sosial yang terjadi baik secara fisik maupun non fisik.Kontak sosial yang terjadi secara fisik yaitu bertemunya individu secara langsung, sedangkan kontak sosial yang terjadi secara non fisik yaitu pada percakapan yang dilakukan tanpa bertemu langsung, misalnya berhubungan melalui media elektronik seperti telepon, radio dan lain sebagainya.[6]
1.      Berdasarkan sifat-sifat sebagai berikut:
a.         Kontak antarindividu, misalnya tindakan seseorang anak mempelajari kebiasaan - kebiasaan dalam keluarganya.
b.        Kontak antara kelompok dengan kelompok, misalnya pertandingan bola voli antarsiswa SMA se-Bandung.
c.         Kontak antara individu dengan kelompok, misalnya tindakan seorang guru yang sedang mengajar siswanya agar mereka mempunyai persepsi yang sama tentang sebuah masalah. Contohnya guru tari yang melatih beberapa murid, sehingga terjadi persamaan gerak di antara mereka.[7]






2.      Berdasarkan Bentuk
Dilihat dari bentuknya, kita mengenal dua macam kontak, yaitu kontak positif dan kontak negatif.
a.       Kontak positif mengarah pada suatu kerja sama. Misalnya seorang pedagang melayani pelanggannya dengan baik.[8]
b.      Kontak negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik, bahkan berakibat putusnya interaksi sebagaimana tampak dalam perang Lebanon dan Israel.[9]
Contohnya, jika pedagang sayur menawarkan sayurnya pada nyonya rumah dan diterima dengan baik sehingga memungkinkan terjadinya proses jual-beli, maka kontak sosial tersebut bersifat positif. Lain halnya jika nyonya rumah hanya menggerutu sewaktu ditawarkan yang kemungkinan besar tidak akan terjadi jual beli, maka kontak tersebut bersifat negatif karena dapat menyebabkan tidak berlangsungnya suatu interaksi sosial.[10]
3.      Berdasarkan Sifat Hubungan
[11]Kontak sosial dapat bersifat primer dan bersifat skunder.
a. Kontak sosial primer terjadi apabila peserta interaksi bertemu muka secara langsung.  Misalnya,  kontak antara guru dengan murid. orang yang saling berjabat tangan, saling melempar senyum, dan sebagainya.
 b. Kontak skunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui perantara,  misal percakapan melalui telepon,  HP,  dan sebagainya. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara atau media, bisa berupa orang atau alat.Selain itu juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.Kontak sekunder langsung misalnya berbicara melalui telepon.
Contoh sekunder tidak langsung dapat Anda pahami dari cerita berikut ini:
"Toni berkata kepada Sigit bahwa Ani mengagumi permainannya sebagai pemegang peran utama dalam pementasan sandiwara yang lalu.Ani mendapat ucapan terima kasih dari Sigit atas pujiannya melalui Toni."  Dari cerita tersebut dapat diketahui bahwa walaupun Toni sama sekali tidak bertemu dengan Ani, tetapi di antara mereka telah terjadi suatu kontak karena masing - masing memberi tanggapan. Contoh yang hampir sama yaitu Bento menyampaikan salamnya kepada Tina melalui Heni, Seseorang yang mengirimkan uang kepada saudaranya melalui jasa Kantor Pos
2. Komunikasi
Syarat terjadinya interaksi sosial yang kedua adalah adanya komunikasi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.  Komunikasi adalah memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak tubuh maupun sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Individu yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh individu lain tersebut. Jadi komunikasi merupakan suatu proses dimana satu sama lainnya saling mengerti maksud atau perasaan masing-masing, tanpa mengerti maksud atau perasaan satu sama lainnya  dapat dikatakan sebagai komunikasi.[12]
Dalam interaksi sosial, suatu kontak sosial dapat terjadi tanpa komunikasi. Misalnya pada orang Indonesia bertemu dan berjabat tangan dengan orang Argentina, lalu dia bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia dengan orang Argentina tersebut padahal yang terjadi orang Argentina tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia. Dalam hal ini kontak sosial sebagai syarat terjadinya interaksi sosial yang utama telah terjadi, namun komunikasi sebagai syarat terjadinya interaksi sosial yang kedua tidak terjadi karena kedua orang itu tidak mengerti perasaan masing-masing.Apabila dihubungkan dengan interaksi sosial, maka dapat dikatakan bahwa kontak sosial tanpa komunikasi tidak mempunyai arti apapun.Dari kedua syarat terjadinya interaksi sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadinya interaksi sosial harus adanya kontak sosial dan komunikasi.Jika salah satu syarat tidak dipenuhi, maka tidak dapat dikatakan sebagai interaksi sosial. Adanya kontak sosial yang terjadi tanpa adanya saling mengerti maksud atau perasaan masing-masing, maka bukan merupakan proses interaksi sosial.[13]
a.       [14]Ada tiga tahapan penting dalam komunikasi,  yaitu:
1.      Encoding.
Pada tahap ini,gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar.  Pada tahap ini,  komunikator harus memilih kata atau istilah,  kalimat,  dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan.  Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan.
2.      Penyampaian
Pada tahap ini,  istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan.  Penyampaian dapat berupa lisan dan dapat pula berupa tulisan atau gabungan dari keduanya.
3.      Decoding
Pada tahap ini,  dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki.

2.3 Faktor Interaksi Sosial
[15]Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya interaksi social :
a.       Imitasi
Imitasi adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. sebagai suatu proses, adakalanya imitasi berdampak positif apabila yang ditiru tersebut individu-individu yang baik menurut pandangan umum masyarakat. Akan tetapi, imitasi bisa juga berdampak negatif apabila sosok individu yang ditiru berlawanan dengan pandangan umum masyarakat.contoh : seorang siswa meniru penampilan artis terkenal, seperti rambut gondrong, memakai anting, dan kalung secara berlebihan. Tindakan seperti itu akan mengundang reaksi dari lingkungan sosial yang menilai penampilan itu sebagai urakan atau tidak sopan.
b.      Sugesti
Sugesti ini berlangsung apabila seseorang memberikan pandangan atau sikap yang dianutnya,  lalu diterima oleh orang lain. Biasanya sugesti muncul ketika si penerima sedang dalam kondisi yang tidak netral,  sehingga tidak dapat berpikir rasional.  Biasanya sugesti berasal dari orang orang sebagai berikut:
orang yang berwibawa,  karismatik,  dan punya pengaruh terhadap yang disugesti, misalnya orang tua,  dan ulama/rohaniwan.orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada yang disugesti.Kelompok mayoritas terhadap minoritas.Reklame atau iklan media massa. 
Cepat atau lambatnya proses sugesti ini sangat tergantung pada usia, kepribadian, kemampuan intelektual, dan keadaan fisik seseorang. sebagai contoh Pimpinan partai politik melakukan kampanye di hadapan pendukungnya agar memilih partai politiknya.[16]Tindakan itu dilakukan untuk meyakinkan dan memengaruhi orang banyak agar mengikuti partainya.

c.       Identifikasi
Identifikasi yaitu kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain(meniru secara keseluruhan) Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola ( kata idol berarti sosok yang dipuja). Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang pengaruhnya amat kuat. Misalnya, seorang remaja mengidentifikasikan dirinya dengan seorang penyanyi terkenal yang ia kagumi. Lalu, ia akan berusaha mengubah penampilan dirinya agar sama dengan penyanyi idolanya, mulai dari model rambut, pakaian, gaya bicara, bahkan sampai makanan kesukaan. Pada umumnya, proses identifikasi berlangsung secara kurang disadari oleh seseorang. Namun, yang pasti sang idola yang menjadi sasaran identifikasi benar-benar dikenal, entah langsung (bertemu, berbicara) ataupun tidak langsung (melalui media informasi).
d.      Simpati
Simpati yaitu suatu proses seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Rasa tertarik ini didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak lain untuk memahami perasaannya ataupun bekerja sama dengannya. Dibandingkan ketiga faktor interaksi sosial sebelumnya, simpati terjadi melalui proses yang relatif lambat.Namun, pengaruh simpati lebih mendalam dan tahan lama. Agar simpati dapat berlangsung, diperlukan adanya saling pengertian antara kedua belah pihak.Pihak yang satu terbuka mengungkapkan pikiran ataupun isi hatinya. Sedangkan pihak yang lain mau menerimanya. Itulah sebabnya, simpati menjadi dasar hubungan persahabatan. Melalui proses simpati,  orang merasa seolah-olah dirinya berada dalam keadaan orang lain.
e.        Empati
Empati yaitu merupakan simpati yang mendalam yang dapat memengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang. Dimana proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain. Baik suka maupun duka.Contohnya, kalau kita melihat orang mendapat musibah sampai luka berat, seolah-olah kita ikut menderita.kita tidak hanya merasa kasihan terhadap orang yang terkena musibah itu tetapi juga ikut merasakan penderitaannya. Demikian juga, kalau seorang teman dekat kita ada yang meninggal dunia, kita merasa kehilangan seolah-olah saudara kita sendiri yang meninggal dunia[17]

2.4 Aspek Interaksi Sosial
Beberapa asepek iteraksi yang dikemukakan oleh :
1.      Santoso(1992)
a.       Adanya hubungan Setiap interaksi sudah tentu terjaadi ketika adanya hubungan baik antara individu dengan individu maupun individu dalam hubungan kelompok.
b.      Adanya individu setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu-individu yang melaksanakan suatu hubungan. 
c.       Ada tujuan Setiap interaksi sosial meniiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
d.      Ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok, disamping itu tiap tiap individu memiliki fungsi didalam kelompoknya
2. G C.  Homans(dalam Santoso,  1992)
a.       Adanya motif tujuan yang sama mempunyai motif Artinya setiap individu yang mengadakan interaksi tujuan tetentu.
b.      Adanya suasana emosional yang sama Artinya bahwa setiap individu didorong oleh perasaan masing-masing yang sama dalam interaksi sosial.
c.       Adanya interaksi Artinya setiap individu dalam keadaan demikian pasti berhubungan dengan individu lain yang disebut dengan interaksi.  Dipandang dari segi individu,  maka interaksi itu disebut dengan aksi.
d.      Adanya pimpinan Artinya bahwa adanya interaksi,  aksi dan sentimen ini menimbulkan suatu bentuk pimpinan dan umumnya berlangsung secara wajar serta merupakan bentuk piramida.
e.       Adanya eksternal sistem Artinya bahwa dengan adanya interaksi dan sentimen maka mereka tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh luar dan pengaruh dari luar ini disebut dengan eksternal sistem.
f.        Adanya internal sistem Artinya untuk menanggulangi pengaruh dari luar,  maka masing-masing individu yang berinteraksi sosial semakin memperkuat dirinya masing-  masing seperti menciptakan kesamaan pandangan,  kesadaran,  perbuatan yang ini semua menimbulkan internal sistem.  Sesuai dengan semua aspek-aspek yang telah disebutkan diatas,  baik dari Santoso maupun Homans,  sebuah interaksi sosial harus dapat memenuhi semua aspek diatas agar proses interaksi sosial dapat berjalan dengan baik.

2.5  Bentuk-bentuk Pengaruh Sosial
[18]Ada tiga bentuk pengaruh social :
1. Konformitas
Tidaklah mengherankan jika kita hanya sekedar mengikuti pikiran dan tindakan teman – teman kita atau orang – orang yang kita kenal. Dari berbagai hubungan yang dimiliki, kita mendapat berbagai manfaat, termasuk standar atau norma untuk dapat menyesuaikan diri. Penelitian klasik telah menguji dampak dari kehidupan orang lain, baik orang asing ataupun teman, berdasarkan dua proses, yaitu pembentukan norma (norm formation) dan tekanan kelompok (group pressure).
Berikut marilah kita simak dua proses tersebut dan berkaitan dengan konformitas adalah faktor – faktor situasi yang mempengaruhi konformitas dan perbedaan individual yang mempengaruhi kelompok.


2. Kepatuhan
Setelah PD II banyak orang Amerika merasa yakin bahwa apa yang terjadi di Jerman pada masa Nazi, tidak mungkin terjadi di Amerika karena orang Jerman lebih patuh (dibandingkan orang Amerika pada umumnya) pada pemimpi mereka walaupun pemimpin itu seorang diktator keras seperti Adolf Hitler. Apakah ini benar? Psikolog sosial di Universitas Yale, Stanley Milgram membuat suatu eksperimen yang kontroversial untuk menemukan dasar dari kepatuhan (obedience) sejauh individu akan mematuhi perintah seseorang yang tidak dikenal, tetapi memunyai wewenang. Kesimpulan penting dari penelitian Milgram adalah bahwa situasi sosial dapat sangat berkuasa (berpengaruh).Dalam hal ini terdapat konsep Experimental realism, yakni realitas terhadap pengalaman yang dapat mempengaruhi kepatuhan, dimana individu menafsirkan situasi yang sangat kuat, membuat kebanyakan individu sulit untuk melawan.
3. Kekuasaan Sosial
Studi mengenai konformitas dan kepatuhan ini tidak hanya berbeda dalam susunannya, tetapi juga sifat kekuasaan atau power, yaitu tekanan untuk menyesuaikan diri yang timbul dari power sebuah kelompok sosial, sementara tekanan untuk patuh datang dari power seseorang yang berwenang.Power didefinisikan sebagai kekuatan dari pemberi pengaruh yang menyebabkan perubahan sikap dan perilaku seseorang.[19]
Daya Tarik Sosial.
Dalam berinteraksimanusia dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian ini mengakibatkan manusia lebih banyak mengubah diri dibanding mengubah lingkungan. Dalam hal ini hubungan manusia dengan lingkungan sosialnya yang ditandai dengan penerimaan diri terhadap oranglain dimana Penerimaantersebutdiindikatorkansebagaidayatarikseseorangdalamberinteraksidilingkungansosial.Faktor awal dalam proses ketertarikan adalah kita menjadi kenal dengan orang-orang yang mengalami kontak dengan kita, respons awal kita (terhadap penampilan misalnya) yang seringkali merupakan akibat dan resaksi emosional kita, kemiripan itu penting dan interaksi yang menyenangkan sangatlah penting. Kita dapat melakukan analisa terhadap fenomena ini dan dua hal yaitu perbandingan sosial (social comparison) dan dukungan emosional (emotional support). Berdasarkan analisa perbandingan sosial kita membutuhkan orang lain sebagai standar untuk mengevaluasi perilaku kita, sedangkan hubungan dengan orang lain akan memberikan dukungan emosional dalam bentuk perhatian dan kasih sayang.

Selain dua tipe ganjaran (social reward) yang utama yang dapat diberikan orang lain terhadap diri kita, hubungan dengan orang lain dapat memberikan tambahan ganjaran lainnya yaitu dapat memberikan perasaan positif yang dihubungkan dengan kedekatan (keintiman) hubungan antar pribadi, persahabatan, afeksi, komunikasi dan cinta.
Kedua, orang lain dapat memberikan berbagai tipe perhatian kepada kita dalam bentuk penghargaan, pengakuan, status dan sebagainya.
Sementara itu dan pendapat Henry Murray dan David McClelland serta McAdam (dalam Dayakisni, 2006:157) terdapat dua motif sosial yang mendorong seseorang untuk melakukan hubungan dengan orang lain yaitu:
a. Need ofAffiliation (kebutuhan untuk berafiliasi) adalah keinginan untuk membentuk dan mempertahankan beberapa hubungan interpersonal yang memberi ganjaran.
b. Need of Intimacy (kebutuhan untuk berhubungan intim) yaitu memilih hubungan yang hangat, dekat dan komunikatif.
      Dari pendapat HenryMurray dan David McClelland dapat kita simpulkan bahwa daya tarik sosial akan muncul karena adanya keinginan seseorang untuk memperoleh kebutuhanstimulasi positif (need for positive stimulation), kebutuhan akan perhatian (need for attention), kebutuhan akan dukungan sosial (need for social support) dan kebutuhan akan perbandingan sosial (need for social comparison) (Baron & Byrne, 2004: 277-278).
Kebutuhan afiliasi yang tinggi mendorong perilaku sosial yang aktif dan terkendali (controlling social behaviour) dengan penekanan pada keleluasaan dan kuantitas hubungan sosial.
dalam berkomunikasi hal utama yangmemunculkan daya tarik seseorang untukberinteraksi dengan orang lainadalah melihat kondisi fisik orang lain atau dalam artian daya tarik interpersonal seseorang.
Brehn dan Kassin (1993) menyatakan bahwa istilah daya tank interpersonal digunakan untuk merujuk secara khusus keinginan seseorang untuk mendekati orang lain (dalam Dayakisni,2006:158).
daya tarik interpersonal ini sangat penting karena mempengaruhi reaksi pada tahap awal pertemuan hubungan dengan orang lain. Pada dasarnya faktor-faktor yang mendukung daya tarik inter-personal dapat dibedakan dalam konteks personal dan situasional. Faktor personal adalah faktor-faktor yang berasal dan karakteristik pribadi kita. Misalnya sesuatu yang menyebabkan individu tertarik pada saat tertentu dengan orang lain adalah karena pada saat itu suasana hati (mood) yang bersangkutan sedang kesepian. Sedangkan faktor sisituasional adalah berasal dari sifat-sifat obyektif (karakteristik) persona stimuli. Misalnya yang menyebabkan individu satu tertarik kepada individu yang lain adalah karena yang bersangkutan berwajah tampan atau cantik.

Pada umumnya beberapa faktor yang dianggap sangat penting dalam menentukan daya tarik interpersonal adalah:
a. Kesamaan (similarity)
Kita cenderung menyukai orang yang sama dengan kita dalam sikap, minat, nilai, latar belakanga dan kepribadian. Karena Menurut acuan teori Konsistensi Kognitif dan Heider, jika kita menyukai orang lain kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita. Hal ini supaya seluruh unsur kognitif kita konsisten. Kita menjadi tidak nyaman ketika orang yang kita sukai atau orang terdekat kita ternyata menyukai apa yang kita benci atau tidak sukai.Selain itu, Persepsi tentang adanya kesamaan mendatangkan ganjaran dan perbedaan menimbulkan hal yang tidak mengenakkan. Kesamaan sikap orang lain dengan kita meneguhkan kemampuan kita dalam menafsirkan realitas social. Orang yang mempunyai kesamaan dengan kita cenderung menyetujui gagasan kita dan mendukung keyakinan kita tentang kebenaran pandangan kita.Pengetahuan bahwa orang lain adalah sama dengan kita, menyebabkan kita mengantisipasi bahwa interaksi di masa datang akan positif dan memberi ganjaran. Kita cenderung berinteraksi lebih akrab dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita dan merekapun juga menjadi lebih kenal dengan kita.
b. Kedekatan (proximity)
Pada penelitian mengenai ketertarikan, orang cenderung menyukai mereka yang tempat tinggalnya berdekatan. Persahabatan lebih mudah timbul diantara tetangga yang berdekatan. Atau diantara mahasiswa yang berdekatan. Semakin dekat jarak fisik, semakin besar kemungkinan bahwa dua orang mengalami kontak secara berulang atau mengalami repeated exposure. Repeated exposure adalah kontak yang terus menerus dengan sebuah stimulus, dimana paparan berulang terhadap stimulus akan berakibat pada evaluasi terhadap stimulus tersebut.
Dimana orang yang dekat secara fisik lebih mudah dijangkau daripada orang yang berada di tempat yang jauh. Kemudahan ini mempengaruhi keseimbangan ganjaran dan kerugian interaksi. Hal ini sesuai dengan persepsi teori pertukaran sosial. Diperlukan sedikit usaha untuk mengobrol dengan tetangga sebelah. Sebaliknya hubungan jarak jauh membutuhkan waktu, perencanaan dan biaya yang relatif tinggi.
• Berdasarkan teori konsistensi kognitif kita berusaha mempertahankan keseimbangan antara hubungan perasaan dan hubungan kesatuan kita. Secara lebih spesifik, kita dimotivasi untuk menyukai orang yang ada kaitannya dengan kita dan untuk mencari kedekatan dengan orang yang kita sukai. Tinggal atau bekerja berdampingan dengan orang lain yang tidak kita sukai akan menimbulkan tekanan psikologis, sehingga kita akan mengalami tekanan kognitif untuk menyukai orang yang ada hubungannya dengan kita.
C. Tekanan Emosional (stress)
Bila individu berada dalam situasi yang mencemaskan atau menakutkan ia cenderung menginginkan kehadiran orang lain. Dan hal ini lama kelamaan akan menimbulkan rasa suka kepada orang yang menemaninya tersebut. Hasil penelitian Schahter (dalam Dayakisni, 2006:164) menunjukkan bahwa subyek dengan rasa takut tinggi lebih ingin berafiliasi dibandingkan subyek dengan rasa takut rendah. Semakin besar rasa takut maka semakin besar pula keinginan untuk berafiliasi dengan orang lain.



BAB III
PENUTUP
3.1  Simpulan
Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya. jadi terdapat adanya hubungan yang saling timbal balik. Hubungan tersebut dapat antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.
Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Motivasi, Simpati dan Empati.Interaksi sosial mensyaratkan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Kemudian membuat terjadinya proses sosial. Proses sosial dapat bersifat asosiatif dan disasosiatif Asosiatif meliputi akomodasi, difusi, asimilasi, akulturasi, kooperasi (kerjasama) (Intinya interaksi sosial yang baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasa dll). Disasosiatif meliputi konflik, kontravensi dan kompetensi. Orang lain akan tertarik untuk melakukan interaksi sosial karena beberapa keinginan manusia untuk untukmengevaluasiperilakukita,sedangkanhubungandenganoranglainakanmemberikandukunganemosionaldalambentukperhatiandankasihsayang.

Selainduatipeganjaran(socialreward)yangutamayangdapatdiberikanoranglainterhadapdirikita,hubungandenganoranglaindapatmemberikantambahanganjaranlainnyayaitudapatmemberikanperasaanpositifyangdihubungkandengankedekatan(keintiman)hubunganantarpribadi,persahabatan,afeksi,komunikasidancinta.
Kedua,oranglaindapatmemberikanberbagaitipeperhatiankepadakitadalambentukpenghargaan,pengakuan,statusdansebagainya.
                                                         
















DAFTAR PUSTAKA

Punjabi, Enha. (2015).Shoshum SMA.Solo.Genta Smart,Hlm 307-308
Kuswanto Dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi.Solo: Tiga Serangkai, Hlm 90
Hasyim, Anang..(2001)..Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta.PT Raja Grafindo Persada.
Abdulsyani,Sistematika Teori Terapan, Hlm 151
Effendi, Ridwan Dan Elly Malihah (2007).Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya Dan Tehnologi.Bandung.Yasindo Multi Aspek
Kuswanto Dan Bambang Siswanto.(2003).Sosiologi.Solo Tiga Serangkai
Pengetian pengaruh sosial dan macam macamnya diakses dari http://rraditya43.blogspot.co.id/2013/01/pengaruh-sosial.html pada tanggal 26 february 2017 jam 10.45




[4] Gillin dan gillin cultural cultural sociology, hlm. 489.
[5]Abdulsyani,sistematika teori terapan, hlm 151
[6] Punjabi, enha. 2015.  Shoshum SMA. Solo : Genta Smart, hlm 303
[7]Sosiologi Suatu Pengantar. Penerbit PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.
[8] Punjabi, enha. 2015.  Shoshum SMA. Solo : Genta Smart, hlm 303
[9] Ibid, 303
[10]Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai, hlm 89
[11]Punjabi, enha. 2015.  Shoshum SMA. Solo : Genta Smart,hlm 303
[12]  Ibid, hlm 305
[13]Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai, hlm 90
[14] Ibid, 306

[15] Punjabi, enha. 2015.  Shoshum SMA. Solo : Genta Smart,hlm 307
[16] Ibid, hlm 307
[17] Punjabi, enha. 2015.  Shoshum SMA. Solo : Genta Smart,hlm 307-308


[19]Pengetian pengaruh sosial dan macam macamnya diakses dari http://rraditya43.blogspot.co.id/2013/01/pengaruh-sosial.html pada tanggal 26 february 2017 jam 10.45


Tidak ada komentar:

Posting Komentar